Best Chef (Korea, 2007)

Photobucket

Tidak susah untuk menemukan film bagus dari Korea yang juga sukses secara pasaran. Film tersebut pasti memiliki sekuel. Misal Sex is Zero dan My Wife is Gangster. Keduanya memiliki cerita bagus yang dilanjutkan ke sekuel-sekuelnya yang seperti biasa gagal menyamai film pertamanya.

Setelah menemukan judul Best Chef 2, tanpa pikir panjang, saya menonton Best Chef yang pertama, dan diluar ekspektasi, film ini memiliki cerita dengan detail yang menarik, baik soal masakan maupun lingkungannya, dengan subplot yang dalam dan menyentuh, hingga klimaksnya yang mencerminkan film yang berkelas.

Judul asli internasionalnya adalah Le Grande Chef (식객) (Shik-Gaek) rilis tahun 2007, film ini memiliki kekuatan di storyline dan subplot yang luar biasa. Perjalanan tokoh utama kita sangat dalam dan berliku, dalam cerita yang lebih besar daripada tokohnya maupun kompetisi Best Chef-nya sendiri. Dan saya yakinkan anda, ini bukan film tentang jurus menggunakan pisau atau jurus panci terbang dan sebagainya, ini adalah film yang cukup realistis dan down to earth.

Photobucket

Sung-Chan adalah seorang koki yang hampir mewarisi Woonam-Jung, sebuah perguruan koki yang menghasilkan koki terbaik di Korea. Dalam tes terakhirnya, masakannya meracuni para petinggi perguruan hingga dia dikeluarkan. Beberapa saat kemudian, muncul kompetisi untuk mencari pewaris pisau koki kerajaan korea yang terkenal. Konon dia hanya memasak untuk Rajanya sendiri, dan ketika Korea jatuh ke tangan Jepang, koki ini memotong tangannya sendiri.

Sung-Chan akhirnya memutuskan ikut kompetisi setelah percakapan yang panas yang tidak jelas dengan pewaris Woonam-jung, koki OH. Akting pemeran Sung-Chan boleh dibilang adalah yang terlemah disini, muka miskin ekspresinya susah ditebak dan kadang merusak suasana yang sedang dibangun. Karakter-karakter figuran dan sampinganlah yang menghidupkan emosi film ini. Subplot pencarian arang terbaik dan daging sapi terbaik adalah favorit saya dari keseluruhan film.

Film ini tidak lolos dari gaya komedi ala Korea yang pelan dan sudah terlalu sering diulang di setiap film. Ceritalah yang menyelamatkan film ini, dipadu dengan detail tentang masak memasak, karena penonton tidak bisa menikmati atau mencium dan merasakan masakannya, film ini menggantinya dengan masakan yang memiliki cerita tersendiri dan memiliki makna bagi para penikmatnya. Sehingga masakan yang hanya bisa terlihat di layar itupun bisa dirasakan “nikmatnya” oleh penonton.

Photobucket

Untuk para penggemar masak memasak, saya yakin anda puas juga dengan film ini. Walaupun tidak memberitahu resepnya, namun cara memasak dan detail pengerjaan dan hasilnya adalah kelas dunia. Mungkin Indonesia yang memiliki banyak kuliner menarik bisa diangkat juga menjadi film. Soto Betawi, Sup Konro, Sate Padang, Ayam Rica-rica atau bahkan sekadar nasi goreng kampung. Dan ya, kita sudah punya aktris seksi yang cocok untuk tampil di layar sebagai tokoh utama kita bukan? xD

Seperti tagline di awal film yang menyebutkan, a taste that shakes you to the core, you experience it not with your tounge, but your heart.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Review Film dan tag , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Best Chef (Korea, 2007)

  1. Your mother and i like green.
    We are painting our room apple green.
    What about you?

  2. Agus Dejavu berkata:

    emang filem yg kerennnnn… poooollllll….. saya tungu yg ke 3….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s