Bangkok Traffic Love Story (Thailand – 2009)

Photobucket

Review kedua dalam satu hari, yah saya akui dalam dua minggu ke depan saya bakal intim banget dengan komputer. Dengan alibi harus jaga kandang selama dua minggu, saya sudah belanja dvd habis2an kemaren, dan sudah siap untuk dua minggu ke depan.

Bangkok Traffic Love Story, film kedua hari ini, film yang katanya menjadi box office di Thailand sana. Film drama komedi romantis biasa, dengan yang menceritakan kedua pasangan yang sering bertemu di atas kereta api. Meski kereta api tidak begitu menentukan apa-apa di film ini, hanya saja tokoh utama kita entah kenapa sering banget naik kereta.

Menceritakan seorang wanita yang masih single di umur 30 (kalau tidak salah hitung) tapi masih cantik dan menarik (pendapat pribadi dan tentu saja karena aslinya aktris ini masih berusia 25 tahun!). Cerita yang disusun disini sempat terjebak dalam plot yang tidak maju-maju dan sedikit dragging. Beruntung kecantikan aktris utama menyelamatkan film ini, and no i dont have a crush for her xD

Photobucket

Setelah 10 menit pembukaan panjang yang sebenarnya tidak penting, karna pengenalan karakter di awal ini sama sekali tidak mewakili keseluruhan karakterisasi sepanjang sisa film, kita tahu film ini adalah tentang cewek ini, dan kisah jatuh cintanya kepada seorang cowo ganteng yang ditemuinya dengan tidak sengaja.

Film ini benar-benar berputar disekeliling kedua tokoh utama ini. Tokoh cewe teman tokoh utama yang dikira akan mengganggu hubungan ini ternyata hanya mendapat peran hingga tengah film. Sangat disayangkan mengingat aktris ini juga memiliki paras wajah yang cantik. Bahkan peran-peran yang lain benar-benar hanya numpang lewat di layar.

Photobucket

Kabarnya film ini cukup sukses dalam pemutarannya di Thailand, terutama pada target audience wanita muda di sana. Jika diakumulasi, film ini mungkin menyentil bila anda memiliki pengalaman pribadi yang sama. Tergila-gila dengan seseorang, jatuh cinta, memikirkan apa yang sedang dia lakukan, menunggu telepon, atau bahkan terobsesi dengan barang miliknya.

Bagi penggemar film komedi romantis, film ini bisa membuai anda lewat gaya ceritanya yang detail dan lucu, namun menjelang akhir film, anda disadarkan kembali ke dunia nyata oleh ceritanya, sebelum kemudian ditutup dengah happy ending seperti biasa.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Review Film dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s