A Disappointing Summer So Far (Indonesia)

Empat film unggulan summer tahun ini sudah saya tonton, dan well, X-Men Origins: Wolverine, Anegls & Demons, Night at the Museum: Battle of Smithsonian dan Terminator Salvation, tidak ada yang berhasil melewati hype dan ekspektasi yang diharapkan dari mereka. Memang unggulan paling atas saat ini, Star Trek dan Up belum tayang di Indonesia (Star Trek tayang 10 Juni, Up tayang 29 Juli). Satu unggulan terakhir di bulan Mei, Drag Me to Hell kemungkinan tayang awal Juni nanti.

Semuanya merupakan pop corn movie yang hanya berusaha menampilkan apa adanya, bahkan tidak berusaha untuk menciptakan satu film yang bisa dibanggakan. Dari segi sinematografi, Angels & Demons mungkin setingkat di atas yang lain, namun ada beberapa kelemahan yang akan saya bahas di bawah. Night at the Museum: Battle of Smithsonian berhasil mencapai satu film drama yang baik untuk seorang Ben Stiller, tapi bukan itu yang diharapkan. Sementara Terminator Salvation melakukan persis apa yang dilakukan Star Wars 3, menulis cerita lurus yang sudah diketahui orang. Wolverine sendiri sebuah karya ambisius yang ternyata tidak mencapai apapun, pengenalan tokoh Gambit yang ditunggu-tunggu bahkan tidak membantu film ini.

Baca review lengkap saya dibawah, dan review saya mengandung spoiler, tidak dianjurkan untuk yang belum menonton film-film ini

X-Men Origins: Wolverine

So, dari X-Men Origins: Wolverine dulu, dari kostum dan setting yang menurut saya paling gagal di film ini. Origins tidak berarti menunjukkan hal seasli-aslinya sehingga kelihatan dull dan membosankan. Kostum yang polos satu warna untuk masing-masing karakter? at least drama sinetron Indonesia lebih bisa memilih kostum! Ditambah pengerjaan spesial efek yang tidak mendukung cakar Wolverine, film ini langsung jatuh bersama cerita yang datar sepanjang film.

Wolverine sepanjang film tidak punya tujuan pasti, hendak membalas dendam, dia berjalan tanpa arah mencari victor,  setelah bertemu dia bimbang dan tidak jadi membunuh victor, dia hanya berjalan menjauh… kemana? -_-; dia beruntung kemana dia melangkah, para bad guys dan good guys just get in his way…

Photobucket

==============================================================

Terminator Salvation

Terminator Salvation. Tonton ulang trilogi Terminator cukup membantu membawa penghayatan terhadap keadaan menjelang judgment day, dan sedikit banyak bisa membantu suasana yang kurang bisa dibangun sutradara McG. Tidak ada kesan bahwa manusia-manusia ini sedang bersembunyi di bawah tanah. Bahkan karya James Cameron memperlihatkan masa depan yang lebih suram dari itu, walaupun cuma sesaat di layar.

McG menciptakan film dengan banyak peluang franchise berikutnya memang, dan kemudian mengubah endingnya setelah para hardcore fansnya marah karena ending nya membuat Terminator benar-benar kehilangan napasnya.

Ending yang diganti itu menceritakan markus, setengah mesin setengah manusia karya cyberdine, pada akhir film menggantikan John Connor. John Connor terbunuh ketika melawan T-800, kemudian mereka mengganti kulit di tubuh mesin Markus dengan John Connor. Dan Markus terus hidup sebagai John Connor. Sebuah ending twist yang penuh drama dan ironis.

Menutupi itu, McG mengatakan ada versi lain lagi, setelah Markus menjadi John Connor, Skynet mengaktifkan sistem terminator Markus, dan Markus mulai membunuhi Resistance satu per satu dari dalam.

Well, ending yang dipasang saat ini cukup baik, dengan mengorbankan satu karakter yang sebenarnya lebih menarik bagi penonton daripada John Connor sendiri.

Photobucket

==============================================================

Night at the Museum: Battle of Smithsonian

Ben Stiller dan semua aktor besar kembali untuk film ini, ditambah Amy Adams. Film pertamanya yang berbasis komedi dan mempunyai banyak kreativitas dalam menghidupkan isi museum dibawa kembali ke film kedua. Setengah film pertama, kita diperlihatkan pada Ben Stiller yang sudah pensiun dari penjaga malam, dan Museum yang hendak dimodernisasi.

Ben Stiller kemudian harus menyelamatkan mereka dari arsip nasional, dimana ribuan arsip museum tersimpan di sana. Film ini memiliki cerita yang cukup baik, akting Amy Adams yang tetap menawan, kreativitas menghidupkan museum yang tetap tinggi dan menarik, namun satu hal fatal yang dilupakan para sutradara dan penulisnya, komedi.

Film ini hampir tidak mengandung komedi, beberapa bahkan cukup garing sehingga penonton tidak sadar itu adalah lelucon. Setidaknya, penampilan cupid Jonas brothers dan Einstein-Einstein kecil bisa menarik perhatian penonton.

Photobucket

==============================================================

Angels & Demons

Ron Howard menghidupkan lagi novel Dan Brown, dan jujur, film Da Vinci Code bagi saya sangat membosankan, tidak ada setengah dari ketegangan dan misteri di bukunya. Kabar dari para pembaca Angels & Demons, Ron Howard melakukannya lagi, film ini mengambil cerita di permukaan saja dan menjadikannya film action thriller. Setengah misteri dan tokoh di buku dibinasakan.

Tapi kali ini saya hadir sebagai penonton yang belum mencicipi bukunya. Dan hasilnya? Sementara Angels & Demons adalah favorit saya untuk film musim panas Hollywood tahun ini. Dengan pengetahuan nol tentang ceritanya, misteri yang dibawa Ron Howard ke layar lebar adalah pas, tidak lebih dan membingungkan seperti Watchmen, tidak juga kurang seperti Dragonball. Ron Howard menyampaikan kadar yang pas, namun bagi penggemar Angels & Demons, tentu saja ini aib.

Tom Hanks setidaknya lebih bisa menyatu dengan latar di sini, dan dengan CGI luar biasa yang berhasil menciptakan Vatikan, Ron Howard mampu menjaga ketegangan hingga menjelang akhir film. Sebelum drama dan twist yang serasa terlalu banyak mulai membuat film ini keluar jalur. Terlalu banyak konspirasi, terlalu cepat dalam pengungkapan dan tidak rapi dalam menyembunyikan tokoh dan karakternya. Setidaknya film ini masih bisa dinikmati, untuk yang belum membaca bukunya

Photobucket

Pos ini dipublikasikan di Info dan Gosip dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke A Disappointing Summer So Far (Indonesia)

  1. jimmi berkata:

    gw kurang jelas sama pemaparan ttg ending terminator salvation yg lo bahas,,,
    yg lo bhs beda sama ending yg gw tonton..
    coba de jelasin lagi,,biar pembaca pda ngarti!
    se tahu gw marcus korbanin jantung yg dia punya buat nyelamatin jhon connor,,
    tapi yg lo bilang marcus yg gantin jhon connor dari hasil ganti kulit..
    yg benar yg mana?

  2. rawkusbixhu berkata:

    thanks uda baca artikel ini😀 soal ending terminator ada dijelasin di post satu lagi: https://rawkusbixhu.wordpress.com/2009/05/30/terminator-salvation-apa-yang-terjadi-dengan-film-ini/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s