Virgin 2: Bukan Film Porno

Oke, biasanya saya hanya membahas film-film Indonesia yang setidaknya memiliki kualitas yang layak untuk ditonton di bioskop, dari merantau, macabre, cin(t)a, hingga viral marketing pertama dimana laura.

Tapi film Indonesia sudah mencapai tingkat selanjutnya, dimana apresiasi film dan produksi sudah mencapai tingkat kemurnian yang luar biasa. Keterusterangan dan kejujuran yang luar biasa dalam pembuatan film, dimana produser benar-benar ikutan jatuh ke jalan tanpa harga diri, sampai ke penamaan judul film sekalipun!

Saat ini memang perfilman di Asia terjebak dengan hal ini, latah dengan film yang laku, kemudian terjebak dalam arus pengulangan genre dan tema cerita, hingga akhirnya karena sudah kepepet, kreativitas pun muncul, namun ke arah yang salah. Gelagat ini mulai muncul ketika film horor mulai memasang judul seperti The Real Pocong dan Pocong vs Kuntilanak, kemudian menyusul film drama Capres dan Virgin 2 :Bukan Film Porno. Korea dan India juga sedang mengalami hal yang sama, di Korea, badan sensor film mereka sedang berusaha mengontrol segala yang menyerempet seks, sementara India tidak usah ditanya, mereka bisa memproduksi ratusan film dalam satu bulan, dan diantara ratusan film itu setidaknya beberapa masih layak nonton.

Kreativitas yang dimaksud di sini adalah cara terakhir menarik penonton awam ke dalam bioskop, dengan judul dan poster yang mengundang dan mengarah. Darah Janda Kolongwewe, adalah contoh paling bagus buat kasus ini. Apalagi yang diharapkan?

Film-film inilah wajah perfilman Indonesia. Bulan ini, mungkin film Indonesia yang layak nonton hanyalah Garuda di Dadaku, bukannya saya prejudice terhadap film-film lain seperti Rasa, Benci Disko atau Bukan Cinta Biasa.  Mungkin juga ketiga film terakhir layak nonton, setidaknya 3 judul terakhir, setidaknya film-film ini masih memiliki keunikan sendiri.

Well, film Virgin pertama memiliki tagline: ketika keperawanan dipertanyakan (cukup bagus untuk sebuah tagline) dan sekuelnya berbunyi “bukan film porno”. apalagi yang bisa diharapkan???

Photobucket

Kembali lagi, film Virgin 2 ini belum tayang, saya tidak akan menyangkal pandangan saya terhadap film ini sudah negatif duluan, but, never judge a movie before watching it. Jangan-jangan sebenarnya penonton Indonesia lah yang harus ditarik masuk ke bioskop dengan poster dan judul begitu? Penonton kitakah yang perlu diajari bahwa Judul keren belum tentu film bagus, dan Judul biasa belum tentu film biasa???

***
rawkus bixhu

Pos ini dipublikasikan di Artikel, film indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Virgin 2: Bukan Film Porno

  1. WIldan berkata:

    Niech FilM kuraNG Bokep Nua

  2. bocahbancar berkata:

    Wah masih ga tau nich bakalan nonotn atau tidak…..

  3. adesantoso berkata:

    ade.nartem.milik.saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s