Spiderman 4 in 3-D! 3D adalah Masa Depan Dunia Film?

Oke, bagi anda yang belum sempat menikmati 3D di bioskop (sebelumnya ada film Journey to the Center of the Earth- nya Brendan Fraser dan Bolt-nya Disney, saat ini ada Monsters vs Aliens 3D), film 3D memberi sensasi tersendiri memang, layar yang terlihat seolah-olah memiliki kedalaman (depth) dan dimensi jarak, sehingga seolah2 kita mengintip dari jendela asli.

Saya mencoba 3D ini baru kemaren ini, di film Monsters vs Aliens, dan film itu memang sucks dalam 3D-nya (saya bahkan sudh menonton versi tanpa 3D nya sebelumnya). Dreamworks tidak mengerti apa yang harus dilakukan dengan 3D, dunia nya tidak detail dan tipuan-tipuan kuno 3D yang dengan cepat penonton bioskop merasa bosan dengan tipuan itu. Monsters vs Aliens adalah contoh film 3D yang gagal, dan saya bilang itu walaupun itu film 3D pertama yang saya tonton. Kecuali 4D Ancol yang cuma 15 menit dihitung sebagai film -__-;

Photobucket

Jika ingin mencoba 3D, tidak ada salahnya menunggu film Disney/Pixar yang muncul bulan Mei nanti (atau mungkin Juni di Indonesia), film UP dikabarkan menjadi film 3D pertama Pixar, dan film2 animasi Pixar yang berikutnya juga semua dalam bentuk 3D, kalau terlewat yang ini lagi, harus menunggu sampai akhir tahun, untuk menonton 3D, di film Avatar-nya James Cameron

Di Indonesia sendiri, blitz sudah 2 minggu yang lalu mengumumkan mereka menginstall layar perak khusus untuk 3D, yang saya blm notice perbedaannya kemaren haha. dan XXI sendiri menyediakan 5 studio mereka untuk menayangkan 3D. Yang bikin orang untuk mikir2 mungkin harganya yang 2x lipat harga masuk biasa.

Jadi sebenarnya apa sih 3D itu? Kenapa studio Hollywood berlomba-lomba memasukkan film-film utamanya ke dalam 3D? dari Toy Story, Beauty and the Beast, Alice in Wonderland (Tim Burton), Spiderman 4,  The Hobbit, rilis ulang LOTR trilogi dalam 3D di 2013, complete list here

Bahkan dalam keyakinan Hollywood akan 3D ini, ada produser yang menyebutkan bahwa kacamata film nantinya akan menjadi properti milik pribadi, seperti HP, orang akan membawanya kemana-mana, dan saat itu semua film sudah dalam bentuk 3D. Wow?

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Review Film dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s