Top 10 Unexpected Movies of 2010

Tahun 2010 ini tidak banyak film yang sempat saya nikmati di bioskop. Meski berusaha mengejar di akhir tahun ini, beberapa film besar maupun unik tidak sempat saya nikmati. Dimulai dari Robin Hood, Eat Pray and Love di summer, Black Swan-nya Aronofsky, Enter the Void-nya Gaspar Noe. kemudian Minggu Pagi di Victoria Park, Tanah Air Beta dan beberapa film Indonesia yang mendapat review bagus.

Maka list yang bisa saya telurkan di akhir tahun ini adalah 10 film yang tidak disangka/ diluar ekspektasi, baik lebih bagus ataupun di bawah ekspektasi. Film yang sama sekali tidak sesuai dengan antisipasi yang diberikan terhadapnya, balik lewat sinopsis, trailer, dan review-reviewnya.

Ini bukanlah pilihan film-film terbaik tahun 2010, ataupun film yang saya rasa bagus. Karena banyak film bagus yang memang sesuai ekspektasi dari saya. Dari Toy Story 3, Inception, ataupun film standar yang juga sesuai perkiraan, contohnya Sorcerer’s Apprentice dan Megamind. Ataupun film yang secara sekilas pandang sudah diketahui sebagai ego dari studio untuk membuatnya, seperti Sex and the City 2 dan Clash of the Titans.

Film-film berikut berada dalam urutan acak.


Tron Legacy

Masih dihantui rasa penasaran apa yang membuat Disney dan Kosinski membuat gagal satu film yang secara sinopsis ga mungkin gagal. Cerita cult yang seharusnya tidak mungkin menghasilkan cerita jelek ke arah manapun cerita ingin diambil. Disney menyederhanakan cerita supaya tidak terlalu susah dimengerti,namun dengan egois ingin mencakup setiap unsur yg bisa digali, hasilnya film yang tidak memiliki jati diri jelas dan serba tanggung dalam setiap unsurnya

 

3 idiots

Dua film India muncul dengna review bagus di saat yang sama, My Name is Khan, yang menurut saya pribadi agak terlalu berlebihan dramatisasinya. Review bagus tentang 3 idiots sejak pemutaran pertamanya di Indonesia. Namun baru berkesempatan menontonnya 2 bulan kemudian di bioskop. Film ini memiliki unsur drama dan cerita dengan inspirasi yang kuat. Menghasilkan beberapa momen memorable yang mampu menggabungkan drama dan komedi dengan susunan yang tepat. Dibanding Khan, film ini lebih mampu menyampaikan pesannya karena terbungkus dalam drama komedi yang menarik. Persahabatan, impian, asmara dan dilema hidup dibungkus dengan baik.

 

 

Sang Pencerah

Tahun ini meski tidak banyak film Indonesia yang sempat saya tonton, tapi kesempatan menonton film seperti Alangkah Lucunya Negeri ini, Obama Anak Menteng, hingga Susah Jaga Keperawanan di Jakarta, mendapati saya menilai Sang Pencerah sebagai salah satu yang terbaik di tahun ini. Cerita yang baik, unsur religius dan heroik yang diangkat, hingga pertanyaan terhadap apa yang telah mapan berdiri di masyarakat sejak lama. Secara sinematografi, film ini mampu bercerita dengan setting yang mampu menghidupkan kembali Indonesia di zaman dulu. Film ini memberi rasa percaya bahwa Indonesia mungkin sudah mampu mengangkat cerita-cerita dari zaman kerajaan Majapahit, dan kawan-kawannya.

 
Last Airbender

Bahan materi yang menarik dari serial Nickelodeon ternyata mampu dirusak oleh M Night Shyamalan. Cerita mistis yang hidup, dengan dasar sederhana, mampu diacak Shyamalan menjadi sebuah film membosankan dengan pace lambat disertai pertarungan spesial efek yang menggunakan slowmotion. Shyamalan juga membunuh keceriaan ketiga tokoh utamanya. Satu adaptasi yang tidak bisa disamakan dengan animasinya dalam segi apapun.

 
Devil

Jujur saya tidak pernah menyukai film yang menggunakan setting satu lokasi, kemudian menarik panjang cerita itu dengan paksaan plot dan twist-twist yang dimunculkan setiap 20 menit sekali. Dari Frozen, Phonebooth hingga Buried, film-film yang mendragging penontonnya ini cukup mengesalkan bagi saya. Namun Devil melakukan pendekatan lain, sehingga penonton dibuat penasaran karena misteri dan mistis yang ditinggalkan sepanjang film.

 

Easy A

Satu film tentang gadis high-school ini sebenarnya memiliki sinopsis yang biasa, namun eksekusinya menghasilkan satu film manis (Emma Stone memang manis disini). Easy A secara ringan menyampaikan tentang sandiwara hidup, hanya dengan basis satu gosip yang beredar mampu mengubah keadaan seseorang. Dan high-school adalah satu tempat dimana hal itu memiliki efek berlipat ganda.

 

How to Train Your Dragon

Dreamworks menempatkan film ini di Maret, posisi yang berarti film yang paling dianggap tak menjual oleh Dreamworks (dibanding Shrek di summer dan Megamind di winter). Namun inilah Dreamworks yang terbaik. Seperti Kungfu Panda tahun lalu, film ini memiliki kedalaman cerita, dan research yang cukup dalam dari Dreamworks Animation. Dunia naga yang meninggalkan rasa penasaran, karakterisasi tokohnya, hingga klimaks pertarungan yang memiliki koreografi bagus, membuat film ini saya tempatkan sebagai film animasi terbaik tahun ini.

 
I Love You Philip Morris

Film yang telah selesai 2009 lalu, namun masih rilis terbatas hingga saat ini. Decoy Master Philip Morris yang mengacak Amerika ini mendapat adaptasi layar lebarnya. Namun tampaknya si pembuat film memiliki maksud tersendiri. Cerita Philip Morris yang diangkat lebih kepada sex orientationnya. Jim Carrey dan Ewan McGregor memerankan sepasang gay dengan sangat meyakinkan, sehingga sampai setengah film, kita telah dibuat muak dan merasa cukup dengan intensitas cinta mereka berdua di layar. Tidak ada masalah dengan ceritanya, hanya saja akting mereka berdua menenggelamkan plot yang biasa-biasa saja

 
The Social Network

Apa yang membuat film ini begitu spesial? Film ini menerapkan gaya baru dari dunia film. Film yang tidak lagi memakai formula perkenalan tokoh – pemunculan masalah – bumbu – klimaks – penyelesaian dan ending ini, membuat David Fincher menghasilkan satu film yang akan menjadi milestone untuk film-film mendatang. Film yang fokus pada kedalaman para karakter dan psikologinya dalam satu keadaan tertentu. Meski Jesse Eisenberg tidak menampakkan akting yang luar biasa, film ini sudah mampu menyihir penontonnya untuk duduk menikmati padatnya cerita yang ditampilkan.

 

Rapunzel

Diatur sebagai film animasi hand-drawn pertama disney setelah sekian lama, film ini harus ditunda dan dilewati oleh Princess and the Frog. Hasil akhirnya lebih mengecewakan, film ini berpindah haluan menjadi film 3D CGI. Rapunzel dirombak ulang, menjadi karakter gadis yang hiperaktif dan menyenangkan. Film yang tadinya dipromosikan sebagai film yang meniru lukisan cat minyak, menjadi sebuah film 3D standar yang menyenangkan. Rapunzel sendiri bukan film yang jelek, bisa dibilang ini adalah salah satu cerita princess Disney yang baik. Bisa dilihat dari desain karakter Rapunzel, yang memiliki tingkat kemajuan dalam animasi 3D, dimana animasi bentuk bibir dan mulut sekarang telah lebih maju dari sebelumnya. Ekspresi dan perasaan Rapunzel tergambar jelas lewat bibir dalam film yang diubah namanya menjadi Tangled demi target demografi.

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Top 10 Unexpected Movies of 2010

  1. Nauval Y. berkata:

    Whoa, Rapunzel bersanding ama I Love You, Phillip Morris! :) Nice list.

  2. tata berkata:

    Setuju sekali dg How To Train Your Dragon, tak disangka2.. ;)

  3. Jahanara berkata:

    ah!! saya udah punya filenya EPL. tapi nggak sempet nontonnya. sedih.. :-(

  4. rawkusbixhu berkata:

    @jahanara, EPL film apa?

  5. Jahanara berkata:

    ya Eat Pray Love. si Julia Robert kan??
    Weh!
    aku salah yah??? :-(

  6. Kacamatafilm berkata:

    Kalo gw yang paling di luar dugaan itu KICK ASS…
    dari covernya gw pikir ini bakal jadi film kacangan yang ga jelas, tapi begitu nonton…
    BANG!
    Filmnya dahsyat!

  7. Budi Cahyono berkata:

    Sangat kecewa dengan The Last Airbender! gak ada feel sama sekali, untung gak nonton dibioskop :(

  8. Obat liver herbal berkata:

    bagus nggak yah filmnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s